Perlakuan Aktiva Tetap Berwujud
selama ini perusahaan menilai aktiva tetap berdasarkan harga faktur pembelian atas aktiva tersebut dan perusahaan belum pernah melakukan penyusutan terhadap nilai aktiva tersebut. Sehingga nilai buku yang didapat dari pengurangan antara harga perolehan dikurangi dengan akumulasi penyusutan tidak dapat diketahui dalam laporan keuangan.
Metode makalah yang digunakan adalah metode deskriptif yaitu untuk menggambarkan secara sistematis, Faktual mengenai perlakuan akuntansi aktiva tetap berwujud oleh PT. Proparindo Jasa Tama melalui laporan keuangan perusahaan, dan belum melakukan perhitungan penyusutan terhadap aktiva tetap berwujud. Sehingga nilai aktiva tetap berwujud tidak pernah berkurang.
dalam laporan keuangan terutama laporan neraca menunjukkan selalu meningkatnya laba perusahaan dan dalam laporan neraca tidak pernah diadakannya penyusutan selama masa pengoperasian aktiva tetap berwujud , Hal ini mengakibatkan laporan keuangan tidak wajar, atau tidak seharusnya.
sebaiknya perusahaan menghitung penyusutan atas seluruh aktiva tetap berwujud dan hendaknya perusahaan selalu melakukan penyusutan setiap periode akuntansi serta menetapkan metode yang akan dipakai secara konsisten agar perusahaan dapat menghasilkan laporan keuangan yang wajar berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang relevan. Akurat dan berguna bagi para pemakai laporan keuangan.
Transaksi melalui e-commerce memiliki potensi resiko yang cukup tinggi.
Oleh karena itu faktor kepercayaan (trust) pelanggan terhadap vendor menjadi faktor
kunci dalam e-commerce. Indonesia sebagai negara sedang berkembang dan baru
sekitar lima tahun terakhir mengadopsi e-commerce, tentunya memiliki beberapa
perbedaan dengan negara-negara maju yang telah lama mempraktikkannya.
Perbedaan tersebut setidaknya menyangkut masalah regulasi, perangkat hukum, dan
perilaku konsumen.